Konfigurasi Jaringan Internet

1.1. Mengenal Sistem Operasi Windows 2000
Windows 2000 Server merupakan Network Operating System (NOS) untuk melakukan
konfigurasi dan manajemen jaringan baik skala kecil, menengah, maupun besar.
Teknologi sistem operasi Windows 2000 sebenarnya merupakan kelanjutan teknologi
Windows NT yang telah cukup lama digunakan secara luas di pasaran. Keluarga
Windows 2000 terdiri dari 4 jenis sistem operasi, 3 diantaranya merupakan sistem operasi
untuk server dan 1 untuk workstation.

Setting dari sisi PC Server (Windows 2000 Server)
1. Pastikan anda telah melakukan instalasi windows Server 2000 dengan benar.
dan tambahkan beberapa software tools yang dibutuhkan seperti :
– Bandwith Controller / Manager
– Billing System, dll
– Anti Virus
– Firewall
– Anti Spyware, Malware, Adware
2. Pada PC Server harus memiliki 2 buah NIC atau Ethernet Card untuk LAN dan WAN.
Sedikit tIPs sederhana agar tidak bingung saya me rename interface NIC menjadi LAN (sebagai IP
local) dan WAN (sebagai koneksi internet). Ok sekarang anda sudah tahu yang mana ethernet card
untuk local (LAN) dan yang untuk internet (WAN).

3. mulai melakukan setting IP address Server gateway
Start–>>Setting–> Network and Dialup connections–> Local Area Connection (LAN/WAN)–
—>Properties

ada dua interface yang terpasang yang telah direname LAN dan WAN
Setting IP address :
LAN
IP address : 192.168.0.1
Subnet Mask : 255.255.255.0
Default Gateway : ———–> perhatikan bahwa ini harus kosong
DNS Server : 202.48.85.12
: 202.48.85.11
WAN
IP address : 202.45.50.53
Subnet Mask : 255.255.255.x
Default Gateway : 202.45.50.51
DNS Server : 202.48.85.12
: 202.48.85.11
berikut gambar langkah-langkah nya :

Tampilan 2 buah Interface NIC card LAN dan WAN

Klik Kanan Icon LAN Pilih Properties

Klik Properties pada tampilan berikutnya

Perhatikan : Masukan IP Lokal, Subnet Mask dan Setting DNS

Untuk Setting IP WAN

Klik Kanan Icon WAN Pilih Properties

Klik Properties pada tampilan berikutnya

Perhatikan : Masukan IP WAN, Subnet Mask dan Setting DNS dari ISP anda

Setting dari IP WAN diberikan oleh ISP, dan anda harus memasukannya sama persis dengan yang
diberikan.Ok. anda telah melakukan setting IP address baik untuk interface LAN dan WAN dan
sekarang anda harus menguji

Apakah interface yang anda setting pada PC Server tadi sudah berjalan dengan benar,tes
konfigurasi IP anda melalui DOS prompt
Start–>>Programs–>Accesories–>Command Prompt
C:\ >IPConfig /all

Lihat apakah semua interface telah di setting dengan benar

– Ping ke situs luar yang anda kenal
untuk melihat apakah PC Server anda sudah bisa berkomunikasi dengan situs luar. Apa bila ya
maka PC Server anda sudah bisa melakukan browsing.

Karena Server ini akan dijadikan gerbang untuk koneksi internet oleh PC client yang lain, maka ada
beberapa langkah lagi yang harus anda lakukan. Untuk koneksi internet ini anda bisa memilih
beberapa cara yang menurut anda paling sesuai dengan jaringan LAN yang anda bangun yaitu :
– dengan mengaktifkan ICS (Internet Connection Sharing)
– atau bisa juga dengan NAT (Network Address Translation).

Internet Connection Sharing (ICS)
Untuk ICS (Internet Connection Sharing) cukup sederhana. anda hanya perlu melakukan beberapa
langkah dan Bummm… PC client anda yang lain sudah bisa terkoneksi keinternet. berikut
penjelasannya.
Setting ICS (Internet connection Sharing)
masuk ke :
Start–>>Setting–> Network and Dialup connections–> Local Area Connection (WAN)–
>Properties
anda kembali ke tampilan properties dari interface WAN clik tab Sharing
tandai –> Enable Internet Connection Sharing for this connection –>OK
berikut gambarnya :

Pada Tampilan tandai : Enable Internet Connection Sharing for this connection

Perhatikan apakah anda telah menjalankan DHCP ?. DHCP atau Dynamic Host Configuration
Protokol adalah Sebuah protokol yang memberikan. IP address secara otomatis, bila pada PC
Server anda belum terinstall DHCP maka anda harus mensetting IP Address secara manual ke
setiap PC Client sesuai dengan Network di LAN anda. Yang anda harus perhatikan disini adalah
pada setting IP address untuk Client, arahkan IP Default Gateway anda ke IP address dari IP PC
Server. Setelah anda melakukan semuanya seharusnya anda telah bisa melakukan koneksi internet
melalui PC di LAN anda.
Network Address Translation
Anda juga bisa menggunakan NAT agar LAN anda bisa melakukan koneksi internet.
Konsep dasar dari NAT adalah bahwa untuk dapat berkomunikasi dengan jaringan internet, kita
hanya bisa menggunakan IP yang sudah terdaftar atau IP publik yang dikenali dijaringan internet
dan bisa melakukan routing. sementara dengan memasangkan satu IP publik pada setiap PC yang
terhubung ke internet adalah suatu pemborosan dan sudah pasti ruang IP public sudah habis dari
dulu. Nah NAT disini bertindak sebagai agent yang mentranslasikan IP dari jaringan lokal anda ke
jaringan IP publik yang terdaftar dan telah disetting sebelumnya. Jadi setiap permintaan sebuah
halaman web dari PC LAN harus melalui PC Server dan PC Server ini mewakili permintaan
halaman web tadi ke jaringan internet yang luas dengan cara mentranslasikan IP dari LAN ke IP
publik yang dimilikinya (WAN).

Setting NAT (Netwok Address Translation)
1. Pastikan Internet Connection Sharing anda sudah di Uncheck agar tidak konflik.
2. Instalasikan NAT
masuk ke :
–>>Start–>setting–>Control Panel–>Administrative Tools–>>Routing and Remote Access
berikut langkah wizard instalasinya :

Jika tidak bermasalah maka instalasi NAT sudah selesai

Add a comment Agustus 6, 2008

Sistem Operasi Windows NT Versi 4.0

Windows NT Workstation 4.0 (1996)

Upgrade yang ditujukan pada sistem operasi desktop kelas bisnis ini memberikan kemudahan penggunaan dan pengaturan yang lebih sederhana, keluaran jaringan yang lebih besar, dan alat untuk pengembangan dan mengatur intranet. Windows NT Workstation 4.0 termasuk juga didalamnya berupa tampilan Windows 95 dengan peningkatan pada jaringan untuk lebih mudah dan lebih aman dalam mengakses internet dan intranet.

Dibandingkan dengan Windows NT, segala macam jenis komputer yang ada dapat mengoperasikan sistem operasi LINUX. Sehingga untuk menjalankan LINUX, pemakai tidak perlu mengorek isi kantong yang lebih untuk sebuah sistem berbasis Pentium II, AMD K6 atau bahkan Pentium III. Berbeda dengan Windows NT yang secara fisik memang lebih enak digunakan dan lebih interaktif, namun membutuhkan banyak persyaratan tertentu.

Sistem Operasi Persyaratan Minimum
Intel – Compatible RISC System
LINUX 386/16 MHz
4 Mb of RAM
20 Mb hard disk space
CDROM drive 16 Mb of RAM
100 Mb hard disk space
CDROM drive
Windows NT 486/33 MHz (NT 3.51 / 4.0)
Pentium 166 or higher (NT 5.0)
32 Mb of RAM (NT.4.0)
64 Mb of RAM (NT. 5.0)
125 Mb hard disk space (NT. 4.0)
400 Mb hard disk space (NT.5.0)
CDROM drive
VGA/SVGA compatible 16 Mb of RAM
160 Mb hard disk space
CDROM drive
VGA/SVGA compatible
Ditinjau dari sisi software itu sendiri bahwa kestabilan sebuah internet server sangat tergantung pada sistem operasi yang dipakai, dan dari hasil penelitian tingkat stabilitas yang dimiliki LINUX masih jauh lebih baik dibandingkan dengan Windows NT. Selain itu unjuk kerja LINUX juga lebih baik dan lebih cepat karena tidak terbebani oleh pemakaian GUI (Graphical User Interface).
Fleksibilitas LINUX juga menjadikannya dapat dioperasikan hanya dengan menggunakan perintah-perintah dasar, sedangkan Windows NT server harus dioperasikan dengan GUI. Dengan demikian NT tidak hanya memiliki beban tambahan namun juga meningkatkan potensi resiko terjadinya kesalahan pada sistem.
Sebenarnya yang paling menentukan unggulnya kinerja LINUX dibandingkan Windows NT adalah kenyataan bahwa Windows NT memang memiliki sisstem yang bersifat statis. Hal ini berbeda dengan LINUX yang jauh lebih dinamis. Sebagai contoh kebutuhan Windows NT server selalu bekerja dengan menggunakan fungsi kernel secara maksimal, sementara LINUX dapat bekerja hanya dengan fungsi-fungsi kernel minimal yang dibutukan. Sehingga penggunaan memori dan prosesor dapat dioptimalkan.

Add a comment Agustus 6, 2008

Instalasi Apache, PHP dan MySQL

PHP dan MySQL biasanya berhubungan dengan LAMP (Linux, Apache, MySQL, PHP). PHP developer umumnya menggunakan platform Windows untuk membangun apliksi PHP. Sama seperti LAMP, WAMP ( Windows, Apache, MySQL, PHP ) juga membungkus Apache, MySQL, PHP dalam satu bundle. Tipikal dengan LAMP dan WAMP, ada juga XAMP dan Dongkrak. Penjelasan mengenai LAMP, WAMP, XAMP, Dongkrak akan saya tulis secara terpisah. Di artikel ini, anda akan belajar cara menginstall Apache, PHP, dan MySQL dilingkungan Windows.

Download paket-paket berikut :

Pastikan Anda mendapatkan update terbaru dari masing-masing paket.

Sekarang kita akan memulai instalasi satu persatu.

Install Apache

Menginstall Apache akan lebih mudah jika Anda mendownload paket dalam bentuk Microsoft Installer ( .msi). Double click icon dan ikuti installation wizard yang ada. Klik next hingga Anda melihat window Server Information. Anda bisa mengisi dengan localhost untuk Network Domain dan Server Name. Untuk email Administrator Anda bisa mengisi dengan sembarang nilai.

Dalam artikel ini saya menggunakan Windows XP dengan Apache terinstall sebagai Service sehingga setiap Windows start maka Apache juga start secara otomatis.

Klik tombol Next dan pilih Typical installation. Klik Next sekali lagi dan pilih dimana Anda ingin menginstall Apache (Default lokasinya C:\Program Files\Apache Group). Klik tombol Next dan Install untuk mulai proses instalasi.

Ketik di browser http://localhost di address bar. Jika instalasi Anda sukses, Anda akan melihat seperti ini :

Secara default, document root pada Apache adalah direktori htdocs. Document root adalah tempat Anda meletakkan semua file PHP atau HTML untuk diproses oleh Apache ( sehingga bisa dilihat oleh web browser ). Tentu saja Anda bisa meletakkan di direktori lain yang Anda inginkan. File konfigurasi Apache disimpan di C:\Program Files\Apache Group\Apache2\conf\httpd.conf (kita asumsikan Anda menginstall Apache di C:\Program Files\Apache Group ). File ini berbentuk plain text sehingga Anda bisa menggunakan Notepad atau Text Editor yang lain untuk mengedit.

Contoh, jika Anda meletakkan file PHP atau HTML di C:\www cukup edit bagian berikut di httpd.conf :

DocumentRoot “C:/Program Files/Apache Group/Apache2/htdocs”

dan rubah menjadi :

DocumentRoot “C:/www”

Jangan lupa untuk merestart Apache setiap melakukan perubahan ( Start > Programs > Apache HTTP Server 2.0.50 > Control Apache Server > Restart ) untuk mengetahui hasilnya.

Konfigurasi yang lain yang perlu dirubah adalah directory index. Ini adalah file yang akan di load oleh Apache jika Anda melakukan request pada directory. Contoh jika Anda mengetik http://www.kopionline.com/
tanpa diikuti file lain, maka index.php otomatis akan ditunjukkan.

Anggaplah Anda ingin Apache menggunakan index.html, index.php atau main.php sebagai directory index maka Anda cukup merubah nilai DirectoryIndex seperti ini :

DirectoryIndex index.html index.php main.php

Sekarang, setiap kali Anda request directory seperti http://localhost/ Apache akan mencoba menemukan file index.html , jika tidak ada, Apache akan menggunakan index.php. Dan jika Apache tidak menemukan index.php maka main.php akan digunakan, dan begitu seterusnya.

Install PHP

Pertama, extract paket PHP Anda. Saya lebih suka mengextrac dalam satu direktori yang sama dengan paket Apache yang sudah terinstall ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2 ). Buat direktori php. Copy file php.ini-dist di direktori PHP ke direktori windows ( C:\Windows atau C:\Winnt tergantung jenis Windows ) dan rename file menjadi php.ini. Ini adalah file konfigurasi PHP yang nantinya akan kita modifikasi.

Selanjutnya, pindah file php4ts.dll dari direktori PHP ke subdirektori sapi. Anda juga bisa menempatkan php4ts.dll ketempat lain seperti :

  • Direktori dimana apache.exe berada, yaitu ( C:\Program
    Files\Apache Group\Apache2
    \bin)
  • Atau pada %SYSTEMROOT%\System32, %SYSTEMROOT%\system dan %SYSTEMROOT%
    directory.Note: %SYSTEMROOT%\System32 hanya pada Windows NT/2000/XP)
  • Atau pada semua %PATH%

Modifikasi Konfigurasi Apache

Apache belum mengenali instalasi PHP Anda. Anda harus menambahkan PHP pada konfigurasi Apache pada C:\Program Files\Apache Group\Apache2\conf\httpd.conf dan tambahkan baris-baris berikut :

LoadModule php4_module php/sapi/php4apache2.dll

AddType application/x-httpd-php .php

AddType application/x-httpd-php-source .phps

Baris pertama memberitahu Apache dimana me load dll yang dibutuhkan untuk menjalankan PHP dan baris kedua menunjukkan bahwa setiap file berekstensi .php akan diproses sebagai file PHP. Anda sebenarnya juga bisa mengubahnya ke apa saja yang Anda inginkan seperti .html atau bahkan .asp!. Baris ketiga ditambahkan agar Anda bisa melihat source code file PHP Anda di browser window(tentunya file dengan ekstensi .phps).

Sekarang restart Apache untuk melihat hasil perubahan yang Anda lakukan ( Start
> Programs > Apache HTTP Server 2.0.50 > Control Apache Server > Restart
) . Untuk mengetahui apakah konfigurasi Anda sudah benar buat file baru, beri nama test.php dan letakkan di direktori document root ( C:\Program Files\Apache Group\Apache2\htdocs ). Isi file tersebut seperti dibawah ini.

<?phpphpinfo();

?>

phpinfo() adalah fungsi PHP yang akan memberitahu Anda tentang segala hal mengenai PHP dan konfigurasi server yang telah Anda install. Ketik http://localhost/test.php pada browser address bar dan jika semunya benar, maka Anda akan melihat seperti ini :

Install MySQL

Pertama extract paket Anda (misalnya mysql-4.0.18-win.zip ) ke temporary directory, kemudian jalankan setup.exe. Klik tombol next hingga proses instalasi selesai. Secara default MySQL akan diisntall di C:\mysql.

Buka DOS window dan pindah ke direktori C:\mysql\bin dan ketik mysqld-nt –console , Anda akan melihat pesan sebagai berikut :

C:\mysql\bin>mysqld-nt –consoleInnoDB: The first specified data file .\ibdata1 did not exist:

InnoDB: a new database to be created!
040807 10:54:09 InnoDB: Setting file .\ibdata1 size to 10 MB

InnoDB: Database physically writes the file full: wait…

040807 10:54:11 InnoDB: Log file .\ib_logfile0 did not exist: new to be
created

InnoDB: Setting log file .\ib_logfile0 size to 5 MB

InnoDB: Database physically writes the file full: wait…

040807 10:54:12 InnoDB: Log file .\ib_logfile1 did not exist: new
to be created

InnoDB: Setting log file .\ib_logfile1 size to 5 MB

InnoDB: Database physically writes the file full: wait…

InnoDB: Doublewrite buffer not found: creating new

InnoDB: Doublewrite buffer created

InnoDB: Creating foreign key constraint system tables

InnoDB: Foreign key constraint system tables created

040807 10:54:31 InnoDB: Started

mysqld-nt: ready for connections.

Version: ‘4.0.18-nt’ socket: ” port: 3306

Sekarang coba buka DOS window lain dan ketik C:\mysql\bin\mysql

jika instalasi Anda sukses, Anda akan melihat MySQL client sedang running :

C:\mysql\bin>mysqlWelcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.

Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.0.18-nt

Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

mysql>

Ketik exit pada console mysql> untuk keluar dari MySQL client.

Bagaimana install MySQL sebagai Service Windows? Prosesnya sederhana, cukup ketik mysqld-nt –install dan net start mysql untuk menjalankan service. Sebelumnya shutdown MySQL server dulu menggunakan mysqladmin -u root shutdown

C:\mysql\bin>mysqladmin -u root shutdown

C:\mysql\bin>mysqld-nt –install

Service successfully installed.

C:\mysql\bin>net start mysql

The MySQL service was started successfully.

C:\mysql\bin>mysql

Welcome to the MySQL monitor. Commands end with ; or \g.

Your MySQL connection id is 1 to server version: 4.0.18-nt

Type ‘help;’ or ‘\h’ for help. Type ‘\c’ to clear the buffer.

mysql>

Modifikasi file komfigurasi PHP ( php.ini )

PHP menyimpan semua konfigurasi dalam satu file yang disebut php.ini.Anda bisa mencari file ini pada direktori tempat PHP Anda diinstall. Beberapa perubahan kdang diperlukan misalnya untuk menggunakan PHP extension.

Beberapa perubahan yang diperlukan antara lain :

  1. register_globals
  2. error_reporting and display_errors
  3. extension and extension_path
  4. session.save_path
  5. max_execution_time

register_globals

Sebelum PHP 4.2.0 default value untuk register_globals adalah On dan setelah 4.2.0 menjadi Off. Alasan utamanya tentu adalah source code yang aman apabila register_globals bernilai Off pada php.ini.

error_reporting and display_errors

Set value nya menjadi error_reporting = E_ALL selama pross development. Cuman saya lebih sering menggunakan E_ERROR, jadi hanya error yang krusial saja yang akan ditampilkan :p

Alasan menggunakan E_ALL selama pengambangan agar Anda bisa melihat semua Bugs(kesalahan)dalam code Anda. PHP akan mengeluarkan pesan error setiap code Anda salah dan pesan peringatan ( misalnya jika Anda mencoba menggunakan variable yang tidak diinisialisasi dulu).

Catatan, Anda bisa mengubah value nya menjadi E_NONE setelah development.

Jangan lupa untuk memberi nilai On pada bagian display_erros agar setting error_reporting = E_ALL juga berfungsi

extension dan extension_path

PHP4 punya sekitar 51 extensions seperti GD library ( untuk membuat dan memanipulasi grafik), CURL, PostgreSQL support dll. Extensions ini tidak secara otomatis berfungsi. Jika Anda membutuhkan extension tententu maka Anda juga harus menspesifikasi dimana extension tersebut dan menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP.

Nilai extension_path harus diset sesuai dengan direktori dimana extension diinstal yang biasanya PHP_INSTALL_DIR/extensions, PHP_INSTALL_DIR adalah direktori instalasi PHP Anda. Contoh jika Anda menginstall PHP di C:\Program Files\Apache Group\Apache2\php maka extensions path adalah :

extension_path = C:/Program Files/Apache Group/Apache2/php/extensions/

Jangan lupa menambahakan slash agar berfungsi dengan benar

Setelah Anda menspesifikasi extension_path Anda juga harus menghilangkan tanda comment di extension yang ingin Anda gunakan pada file konfigurasi PHP pada extension yang digunakan. Comment diawalai dengan tanda semicolon (;). Contoh jika Anda ingin menggunakan GD library hiangkan tanda semicolon pada awal ;extension=php_gd2.dll menjadi extension=php_gd2.dll

session.save_path

Konfigurasi ini akan memberitahu PHP dimana menyimpan session data. Ubahlah sesuai keinginan Anda. Di Windows Anda bisa mengubah nilainya menjadi session.save_path = c:/windows/temp/

max_execution_time

Nilai default max_execution_time adalah 30 ( dalam detik ).

Jika script Anda butuh waktu lebih untuk proses maka Anda bisa merubah nilai max_execution_time lebih tinggi sesuai kebutuhan Anda

PHP memiliki fungsi untuk memodifikasi konfigurasi pada runtime,yaitu ini_set(). Setting file konfigurasi PHP menggunakan fungsi ini tidak permanent, ketika sebuah script selesai dieksekusi, maka setting ini juga hilang.

Add a comment Agustus 6, 2008

Konfigurasi FTP Server

I

PENDAHULUAN

  1. Pengertian FTP

File Transfer Protocol (FTP) adalah protokol yang berfungsi untuk tukar-menukar file dalam suatu network yang menggunakan TCP koneksi bukan UDP. Dalam FTP harus ada FTP Server dan FTP Client.

FTP Server adalah suatu server yang menjalankan software yang memberikan layanan tukar menukar file dengan selalu siap memberikan layanan FTP apabila mendapat request dari FTP client.

FTP Client adalah computer yang merequest koneksi ke FTP server untuk tukar menukar file. Jika terhubung dengan FTP server, maka client dapat men-download, meng-upload, merename, men-delete, dll sesuai dengan izin yang diberikan oleh FTP server.

  1. Keamanan FTP

FTP sebenarnya tidak aman dalam mentransfer suatu file karena file dikirimkan tanpa di-enkripsi terlebih dahulu tetapi bila menggunakan SFTP (SSH FTP) yaitu FTP yang berbasis pada SSH atau menggunakan FTPS (FTP over SSL) sehingga data yang akan dikirim dienkripsi terlebih dahulu.

  1. Mode Dalam FTP

FTP biasanya menggunakan dua buah port untuk koneksi yaitu port 20 dan port 21 dan berjalan exclusively melalui TCP bukan UDP. FTP server mendengar pada port 21 untuk incoming connection dari FTP client. Biasanya port 21 adalah command port dan port 20 adalah data port. Pada FTP server, terdapat 2 mode koneksi yaitu aktif mode (active mode) dan pasif mode (passive mode).

1. Active Mode

Pada aktif mode ini, server secara aktif terhubung dengan client. Untuk melakukan pengaturan aktif mode, client mengirimkan sebuah port command ke server, menentukan alamat dan nomor port dari client yang sedang mendengar. Bila suatu koneksi diperlukan, server memulai suatu koneksi ke client di alamat ini. Secara umum, server bertanggung jawab untuk menutup koneksi-koneksi ini.

2. Passive Mode

Pada pasif mode, client memulai koneksi dengan server dengan memecahkan permasalahan dalam firewall penyaring koneksi port data ke client menuju server. Pertama, client menghubungi server pada command port dan mengeluarkan perintah PASV. Server kemudian memberikan jawaban dengan port 2024, memberitahu client bahwa port tersebut sedang mendengarkan untuk koneksi data. Kemudian, client memulai koneksi data dari data port-nya ke data port yang telah ditentukan oleh server.

Contoh aplikasi FTP server :

– Proftpd

– Vsftpd

– Wuftpd

– IIS (didalamnya terdapat FTP Server)

Contoh aplikasi FTP client

– CuteFTP, Wget

– WsFTP

– GetRight

– AbsoluteFTP

  1. Perintah FTP

Perintah-perintah FTP yang dikirimkan terdiri atas string teks sederhana. Sebagai contoh, untuk mendapatkan kembali file, client mengirimkan “RETR filename” di koneksi kendali ke FTP server. Untuk mentransfer file, client mengirimkan “STOR filename”. FTP server mengetahui setiap perintah pada setiap balasan FTP, dimana terdiri atas tiga digit. Digit pertama menandai adanya tanggapan yang baik, tidak baik, atau yang tidak sempurna. Jika satu kesalahan terjadi, maka digit kedua digunakan untuk mendeteksi kesalahan yang terjadi. Dengan cara yang sama, digit ketiga digunakan untuk lebih menspesifikasikan kesalahan yang terjadi. Digit pertama merupakan digit yang paling utama, dan kemungkinan nilai yang muncul adalah sebagai berikut :

  • 1yz Positive Preliminary reply. Permintaan diketahui, namun balasan lain dari client tetap diharapkan

  • 2yz Positive Completion reply. Permintaan sukses dilakukan, sehingga client dapat mengirim permintaan lain

  • 3yz Positive Intermediate reply. Perintah telah diterima, namun masih membutuhkan informasi yang lain. Client diharuskan untuk mengirimkan balasan perintah lainnya

  • 4yz Transient Negative reply. Perintah gagal, namun masih ada kesempatan untuk mencobanya lagi

  • 5yz Permanent Negative Completion reply. Perintah gagal, namun tidak harus diulangi lagi

Contoh perintah FTP :

  • Untuk mengubah direktori yang dikirimkan oleh client :

CWD namadirektori

Server akan merespon dengan :

250 CDW command successful

Sebagai balasan, dimulai dengan a ’2’, dimana urutan perintah diselesaikan.

  • Bila ingin merubah salah satu direktori dan itu tidak ada, maka perintahnya :

CWD namadirektoriyanghilang

Server akan merespon dengan :

550 namadirektoriyanghilang : The system cannot find the file spesified

Balasannya ialah a ‘5’, berarti gagal dan tetap gagal jika diulangi (kecuali direktori hilang diciptakan di server).

  • Sesi Perintah (Session Commands)

Untuk memulai sesi perintah FTP, maka perintah dari USER yang dikirimkan ke server adalah :

USER chafid

Server akan memberikan balasan :

331 Password required for javaftp

Client harus memberikan balasan dengan mengisi password :

PASS 123456

Server akan memberikan balasan :

230 User chafid logged in

Setelah login user dapat menggunakan perintah yang berhubungan dengan direktori dan file. Untuk mengakhiri, client mengirimkan perintah sebagai berikut :

QUIT

Server akan memberikan balasan :

221

Sesi akhirnya ditutup, sehingga perintah apapun yang dikirimkan sudah tidak diterima lagi.

  1. Tujuan pembangunan FTP Server

  • Sharing data

  • Menyediakan indirect atau implicit remote computer

  • Menyediakan tempat penyimpanan bagi user

  • Menyediakan transfer data yang reliable dan efisien

  1. Alat dan bahan

  • PC dengan OS Windows 2000 Server kalau tidak ada bisa menggunakan Windows XP

  • Master Windows 2000 Server untuk instalasi FTP

  1. Tujuan pembuatan laporan

  • Agar siswa dapat menginstal FTP Server

  • Agar siswa dapat mengatur konfigurasi FTP Server

  • Agar siswa dapat menguji FTP Server yang telah terinstal

Add a comment Agustus 6, 2008

kelebihan dan kekurangan FTP server

kelebihan dan kelemahan FTP server

Posted in Uncategorized on July 23, 2008 by alywordpress

Pengertian FTP

FTP merupakan singkatan dari File Transfer Protocol. FTP terdiri dari sebuah client dan sebuah server yang merupakan aplikasi yang memberikan akses /pertukaran transfer data antara dua komputer ( client dan server ). Transfer yang file/ data ini dapat teradi antara komputer yang berbentuk mainframe dan sebuah komputer di jaringan lokal. Atau transfer data dapat terjadi dari komputer kita ke server FTP melalui internet. FTP merupakan aplikasi yang sangat berguna ( powerful) karena aplikasi ini menyediakan akses kepada pengunjung atau user untuk mengakses data yang tersimpan pada server tersebut, dan dapat diakses oleh sejumlah besar komputer secara bersamaan

Proses yang terjadi pada FTP

Secara garis besar, Proses transfer data atau file pada FTP memiliki dua alur.

Alur yang pertama adalah proses transfer data dari komputer local ( komputer kita ) ke komputer server (komputer remote) yang menyediakan akses ftp, Proses ini di kenal sebagai proses UPLOAD, sedangkan proses transfer data dari komputer server ( remote ke komputer local ( komputer kita ) dinamakan prosess DOWNLOAD.

Di bawah ini adalah alur nya :

Bentuk FTP

Bentuk dasar dari ftp adalah : ftp://host.domain

2 macam FTP berdasarkan hak akses nya :

1. FTP User

FTP user artinya ftp yang dapat di akses dan memiliki permisi hanya di batasi hanya untuk user tertentu. Karena ftp user disertakan suatu autentifikasi bila kita akan mengakses ke dalam nya.

Format dari FTP user adalah :

ftp://user@host.domain

2. FTP anonymous

FTP anonymous artinya, FTP yang disediakan secara anonymous/ tanpa nama, dengan kata lain FTP tersebut dapat di akses oleh siapapun dan biasanya tanpa password, ataupun bila di minta password,. Biasanya server meminta alamat email kita sebagai password nya untuk ferivikasi.

Contoh nya :

ftp://unila.ac.id

ftp://ftp5.freebsd.org

ftp://ftp.tucows.com

FTP Server

FTP Server adalah Komputer Server yang memberikan akses FTP ke Intranet ( local) maupun Internet ( global).

Macammacam software pembangun FTP server:


FTPd

pro-FTPd

Wu-FTPd

ftpX

Troll-FTPd

dll


FTP Client

FTP client adalah perangkat yang digunakan untuk melakukan transfer file dalam lingkungan internet menggunakan standar dari FTP (File Transfer Protocol). Proses transfer file dalam lingkungan internet hampir sama seperti proses transfer dalam lingkungan DOS, hanya saja terdapat beberapa kelebihan.

FTP Client terdapat ( terinstall ) pada komputer kita, dan dapat melakukan process ftp ke Server yang memberikan akses FTP ( FTP-server).

Macammacam FTP Client :

FTP Client Under Windows:


Cute FTP .

WS_FTP

Get Right

Go!zilla

Coffe Cup

Kazza

dll.


FTP Client Under UNIX :


telnet

axyFTP

wget

caitoo

cftp

curl

downloader

moxftp

ncftp

dll


FTP Client Under DOS ( MS-DOS Prompt)

Perintahperintah Dasar FTP ( Basic FTP Commands)

Beberapa perintah ( command) yang sering dan sangat diperlukan oleh user dalam melakukan proses ftp adalah seperti di bawah ini :

  • open memulai ftp dan mengkoneksikan ftp ke server dari prompt ftp ( ftp&gt ;)
  • nlist, dir, ls daftar dari file – file yang ada di ftp server.
  • cd berpindah direktori secara hirarki pada direktori ftp-server.
  • pwd memberikan informasi kepada user/ client di direktori aktif mana dia berada pada ftp -server.
  • lls, lcd, lpwd perintah yang digunakan untuk memberikan informasi kepada kita di direktori aktif mana kita berada pada komputer lokal
  • get perintah ini digunakan untuk mengambil file (download ) dari ft-server ke komputer local.
  • put perintah ini digunakan jika kita ingin menaruh ( upload) data ke ftp-server, dari komputer kita ke komputer server.
  • mput/mget perintah ini mirip dengan get dan put tetapi dipakai bila kita ingin mengambil dan menaruh beberapa data secara langsung
  • prompt set prompt secara interaktif; “on” adalah bentuk prompt yang lebih aman, dalam mode ini setiap multiple perintah di verifikasi, “off” dalam mode ini setiap perintah seperti diragukan.
  • ascii/binary melakukan transfer data dalam bentuk format file ascii (text) atau secara binary ( terkompile dalam bahasa mesin)
  • quit mengakhiri dan memutuskan hubungan ftp dari komputer kita ke komputer server ( Connection Loss)

Cara Melakukan FTP :

  1. FTP melalui telnet :

Cara melalukan FTP melalui telnet tidak sulit, di bawah ini langkahlangkah melakukan ftp melalui telnet :

Ø telnet dahulu ke mesin unix

Ø ketikkan perintah ftp,

Ø masukkan nama user anonymous ( bila ingin akses anonymous ) dan nama user kita sendiri ( login ) bila ingin mengakses ftp user.

Ø Masukkan password.

Ø

Klik Start-> Run…à kemudian pada kolom tersebut isikan telnet host.domain.à klick OK

Setelah terkoneksi, kita dapat melakukan perintahperintah standar di prompt ftp kita.

Di bawah ini contoh melakukan ftp anonymous melalui telnet :

teenager riki (~): ftp ftp.unila.ac.id

Connected to chosen.unila.ac.id.

220 chosen Microsoft FTP Service (Version 4.0).

Name (ftp.unila.ac.id:riki): anonymous

331 Anonymous access allowed, send identity (e-mail name) as password.

Password:

230 Anonymous user logged in.

Remote system type is Windows_NT.

ftp> hash

Hash mark printing on (1024 bytes/hash mark).

ftp> bin

200 Type set to I.

ftp> dir

227 Entering Passive Mode (192,168,1,212,13,233).

125 Data connection already open; Transfer starting.

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 13:00 programming

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Aug 1 6:31 proxy_utility

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 11:43 scanner_utility

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 11:29 staroffice

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 12:50 unix

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 9 14:46 viral

dr-xr-xr-x 1 owner group 0 Apr 7 14:16 windows_9x

#

226 Transfer complete.

ftp>

  1. FTP melalui DOS

pada dasarnya FTP melalui DOS adalah sama dengan FTP melalui telnet, hanya saja transfer data yang terjadi adalah dari Komputer local ( berbasis windows ) ke komputer Server.

Langkahlangkah nya adalah :

Ø buka MS-DOS prompt anda.

Ø Pindah ke direktori di mana tempat anda menyimpan file ( yang akan di download atau di upload).

Ø Memulai langkah ftp seperti pada FTP telnet.

Di bawah ini contoh melakukan ftp melalui DOS.

  1. FTP melalui FTP Client Under Windows menggunakan WS-FTP

Aplikasi FTP untuk windows sering dipakai software bernama WS-FTP, yang pengunaannya lebih mudah dan lebih interaktif bagi pemakainya.
Menjalankan WS-FTP ( yang asumsinya sudah terinstall di windows anda) cukup di mulai dengan meng-klik dua kali icon nya pada desktop windows 9.x anda. Proses pertama di mulai dengan prosedur logon ( memasukkan nama dan password Anda).Setelah berhasil melakukan prosedur logon, kita dapat melihat list direktori dan file yang terdapat di lokal maupun dari remote server. Pindah direktori dapat sangat mudah pada penggunaan WS-FTP, baik pindah direktori di lokal, maupun di remote karena semua fasilitas sudah tinggal meng-klik tombol ( button) saja. Begitu juga dalam hal transfer data, sangat mudah sekali, tinggal dipilih data mana yang akan kita download/upload, selebih nya tinggal memilih alur tanda panah nya saja.
berikut ini step by step penggunaan FTP Client menggunakan WS-FTP:

a.

Klik 2x Icon WS-FTP pada desktop Anda.

klik icon yang ada pada desktop,

Tips!!

Atau cari di menu :

Startàprogramsàwsftp32

b.

Host ftp server

Isikan Password

username

ada session login isikan user, password dan host tujuan

Jika menginginkan koneksi anonymous, cukup check saja bagian anonymous nya, dan isikan kolom password dengan alamat email anda.Klik Tombol OK jika sudah selesai.

Tunggu beberapa saat, bila Anda berhasil login ke ftp-server, maka akan keluar tampilan seperti gambar di bawah ini :

Daftar Direktori pada Server FTP

( Direktori remote).

Daftar Direktori pada komputer kita (lokal)

Daftar File pada Komputer kita (lokal)

Daftar File pada Server FTp (file remote).

c.

Proses transfer dapat di lihat dengan munculnya windows transfer status, yang di nyatakan dalam persen. Dan transfer selesai bila ada keterangan tranfer complete pada bagian bawah windows nya.

untuk memulai melakukan transfer data, pilih data yang akan di download/ upload, dengan cara mengklik nama file/ direktori yang akan kita download/upload, setelah itu klik tombol bergambar panah ( panah ke kiri untuk download, panah ke kanan untuk upload).

d. untuk keluar dari WS-FTP,

Clik tombol Close pada bagian kiri bawah WS-FTP. Maka anda akan terputus koneksi dari servernya.

Add a comment Agustus 5, 2008

dhcp-server

Add a comment Agustus 4, 2008

Instalasi DHCP Server

From SpeedyWiki

Jump to: navigation, search

DHCP Server berfungsi untuk memberikan IP address secara automatis ke mesin-mesin di Jaringan LAN. Tentunya mesin di LAN tersebut harus di set agar IP address automatic.
Instalasi DHCP Server di Ubuntu

# apt-get install dhcp3-server

Dalam mengkonfigurasi DHCP Server, kita biasanya membutuhkan informasi

Format Konfigurasi dhcpd.conf

# vi /etc/dhcp3/dhcpd.conf

Isinya kira-kira sebagai berikut

ddns-update-style none;
authoritative;
default-lease-time   86400; # 24 jam
max-lease-time      172800; # 48 jam
option domain-name "warnet.net"
option domain-name-servers 202.134.2.5, 203.130.196.5;

atau menggunakan OpenDNS

option domain-name-servers 208.67.222.222, 208.67.220.220;
subnet 192.168.0.0 netmask 255.255.255.0 {
       range 192.168.0.100 192.168.0.200
       options routers 192.168.0.1;
       }

Restart DHCP Server

# /etc/init.d/dhcp3-server restart

[edit] DHCP Server Dengan Beberapa LAN Card

Jika kita memiliki beberapa LAN card, kita harus memberitahu LAN card mana saja akan di aktifkan DHCP Server tersebut. Edit file /etc/default/dhcp3-server

# nano /etc/default/dhcp3-server

Misalnya kita ingin mengaktifkan DHCP Server pada interface eth0, eth1, dan wlan0, maka isi file dhcp3-server dengan perintah

INTERFACES="eth0 eth1 wlan0"

Default DHCP Server akan menggunakan LAN card pertama, biasanya eth0.

Add a comment Juli 31, 2008

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

1 komentar Juli 24, 2008

Pos-pos Terbaru

Kategori

Desember 2016
S S R K J S M
« Agu    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Arsip

Komentar Terbaru

Mr WordPress di Hello world!